Kejar Target


Suatu malam di masjid, suasana itikaf terasa begitu tenang. Lampu redup, suara lembaran Al-Qur’an dibalik perlahan, dan hati-hati kecil yang sedang belajar memahami arti tujuan.

Seorang anak mengangkat tangannya, polos sekali wajahnya.

“Ustadz… kalau saya itikaf, targetnya cuma baca surat An-Nas… apakah saya masuk surga?”

Sang guru tersenyum hangat.
“Iya, insyaAllah masuk surga.”

Anak lain tak mau kalah, ikut bertanya,
“Kalau saya satu juz, apakah masuk surga juga?”

“Iya, insyaAllah juga masuk surga.”

Mereka saling berpandangan. Seolah semuanya sama. Seolah tidak ada bedanya.

Lalu sang guru melanjutkan, suaranya pelan, tapi dalam.

“Anak-anak… surga itu bertingkat.
Seperti teknologi hari ini…”

“Kalau di tingkat bawah, kamu minta sepatu… kamu dapat sepatu.
Tapi di tingkat yang lebih tinggi… kamu minta sepatu… yang datang bukan sekadar sepatu. Lebih indah, lebih nyaman, lebih luar biasa… bahkan cara mendapatkannya pun berbeda.”

Anak-anak mulai diam. Mereka mulai berpikir.

“Jadi… bukan hanya masuk surga yang kita kejar.
Tapi… surga seperti apa yang kita inginkan.”

Malam itu terasa berbeda.

Tak ada lagi yang banyak bertanya.

Hanya terdengar satu suara… pelan… sangat pelan…

Lembaran Al-Qur’an dibuka.

Anak yang tadi hanya ingin membaca An-Nas…
diam-diam mulai membaca setengah halaman.

Karena ternyata…
target kecil boleh saja,
tapi hati… selalu tahu, ia diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar.

✨ Sekarang… targetmu apa?
Surga… yang seperti apa yang kamu inginkan?

Komentar